Malam Natal Sempurna

 

My idea of a perfect Christmas is to spend it with you.

~ Jose Mari Chan ~

Tengah malam menjelang. Malam Natal.

Kami berjalan beriring menuju ke gereja, kira-kira setengah kilometer ke Timur. Berjalan bersama kami, sejumlah keluarga lain. Langkah kami teratur, tidak terburu-buru tapi juga tidak lelet. Perjalanan juga ditingkahi kelakar dan canda, sesekali. Satu dua keluarga yang melangkah lebih cepat mendahului kami, setelah lebih dulu menyampaikan sapa sekedarnya. Nuansa akrab begitu kental.

Langit bersih tanpa awan. Biru gelapnya menjadi kanvas yang sempurna buat bintang-bintang yang bertabur. Kerjap bintang seperti berebut menerangi malam yang sejuk. Angin berlalu semilir. Pengap udara seperti segan tinggal karenanya. Sebuah malam dan alam begitu sempurna buat sebuah perayaan kebaktian Natal . . . .

Dentang lonceng Gereja mengawali upacara. Di dalam ruang gereja dentang itu menyisakan gaung yang menyejukkan. (lebih…)

Published in: on 30 Desember 2008 at 11:02 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,

Makna Natal 2008 . . .

 

Siapa yang tidak memiliki semangat Natal di hati tidak akan menemukannya di bawah pohon Natal.

~ Roy L. Smith ~

Catatan:

Tulisan ini dikirim, atas permintaanku, dari Duluth di Amerika sana. Hasil goresan pena (tepatnya ketikan keyboard) Inge Maskun.

Pengalamannya belakangan ini menghantarnya menatap Desember dengan Natalnya dengan pandangan yang lebih seksama dan lebih bijak, seperti yang dituturkannya berikut ini.

Btw, thanks, Ing! Semoga ini yang pertama . . . he he.

 

Tahun ini, aku dan Charlie setuju untuk tidak tukar-tukaran kado Natal.  Bukan apa-apa. Kami merasa perlu untuk tirakat. Dan kami sudah berjanji untuk tidak menimbun barang baru sebelum barang lama keluar dari rumah dan pindah ke Goodwill Industry (tempat penampungan aneka barang yang ingin disumbangkan supaya bisa dijual kembali dan hasilnya buat membantu banyak orang yang tak mampu). (lebih…)

Published in: on 5 Desember 2008 at 2:22 pm  Comments (4)  
Tags: , ,