Sebuah Ujian Terindah

 

Saat seorang bayi lahir, seorang ibu juga ikut lahir. Ibu tidak ada sebelumnya. Seorang wanita ada tapi seorang ibu, tidak pernah. Seorang ibu adalah sesuatu yang sama sekali baru.

~ Rajneesh ~

Catatan:

Seorang sobat, seorang dokter, tidak luput dari ‘todongan’-ku 🙂 . Berikut ini adalah buah penanya di tengah kesibukan menata laboratorium, juga di tengah kesibukannya sebagai seorang ibu.

Penggalan pengalamannya sebagai ibu itu pula yang kemudian tertuang sebagai persembahannya buat kita semua.

Thanks, Mbak Menik!

Dibesarkan sebagai seseorang yang mandiri, rasional dan berpikir praktis membuatku tumbuh menjadi seseorang yang cenderung dangkal perasaan, terutama terhadap hal-hal yang bersifat sentimentil.

Hal ini diperparah ketika aku masuk fakultas kedokteran. Bukannya lebih terasah tapi justru, karena hampir setiap hari bertemu dengan peristiwa kematian dan berbagai reaksi orang yang menurutku ‘berlebihan’ ketika mendapat cobaan, ‘kesentimentilan’-ku makin mendangkal. Saat itu, misalnya, bagiku kehilangan sanak keluarga memang patut diratapi tapi tidak perlu sampai menangis meraung-raung atau sedih berkepanjangan. Bahkan kalau pun kehilangan demikian berarti berpulangnya seorang anak. Toh bisa direncanakan untuk punya anak lagi, pikirku hampir tanpa rasa (teganya..!!!). (lebih…)

Published in: on 21 Desember 2008 at 6:03 am  Comments (2)  
Tags: , ,