No Smoking, Yes?

 

Mereka menakut-nakutiku dengan kanker tenggorok, dan aku terus merokok dan merokok. Andaikan mereka menakut-nakuti dengan kerja keras, mungkin aku akan berhenti.

~ Mignon McLaughlin ~

Seorang sejawat dari Makassar, ketika bertemu baru-baru ini, mendeklarasikan bahwa dia sudah berhenti merokok. Dia berhenti total. Sudah enam bulan, katanya. Mestinya enam bulan yang menarik, menurutku. Sehingga aku ingin mendengarnya lebih lanjut berkisah.

Tiga bulan pertama berhenti adalah bulan-bulan berat, katanya lebih lanjut. Tiga bulan bergulat dengan diri sendiri: selesai makan, ketika dessert asap mestinya menyempurnakan course makan; kala mesti berpikir keras, ketika stimulan nikotin begitu menggoda; kala santai, ketika mestinya sedotan tar menambah sensasi; kala berkumpul dengan sejawat dan sobat, ketika harum asap tembakau dan rempah mestinya menjadi sebuah pembubuh pelengkap suasana. Tiga bulan juga dijalani seperti seorang pecandu (lebih…)

Iklan
Published in: on 8 Februari 2009 at 11:41 am  Comments (1)  
Tags: , ,

October Blues?

 

Kekhawatiran tidak pernah menghapus kesedihan dari hari esok, dia hanya menyedot habis kegembiraan dari hari ini.

~ Leo Buscaglia ~

Aku lupa acaranya. Entah Today’s Dialog atau Economic Challenge atau mata acara lain. Yang jelas di situ ada Desi Anwar memandu. Dan diskusi yang terjadi bertolak dari buku Michael Backman yang berjudul Asia Future Shock.

Aku tidak berlama-lama menyimak acaranya. Tapi aku sempat menangkap yang didiskusikan: masa depan Asia, juga Indonesia termaktub di situ, menurut Tuan Backman. Katanya, Vietnam akan jadi ‘Cina yang baru’, Singapura akan jadi Swiss-nya Asia, Cina dan India akan melesat jauh. Sementara, Indonesia tercinta akan terseok-seok dan bangkrut. Bahkan, dalam diskusi sempat terbetik tahun-tahun perkiraan yang rinci kapan hal tersebut mewujud, bak ramalan nujum.

Diskusi kelihatannya berjalan seru. Para nara-sumber berbagi pihak: ada yang mendukung dan ada yang menyanggah. (lebih…)

Published in: on 31 Oktober 2008 at 3:20 pm  Comments (5)  
Tags: , , , ,

Karya di Ruang Tunggu

 

Tragedi hidup bukanlah karena hidup begitu cepat berakhir tetapi karena kita menunggu begitu lama untuk memulainya.

~ W.M. Lewis ~

Aku merogoh dan mencari-cari di dalam saku  celana. Kutemukan selembar lima ratusan, masih baru. Perfect!

Dengan segera tanganku sibuk melipat-ubah lembar uang itu. Sejak awal proses origami itu mata bocah, yang duduk di bangku sampingku, terpaku menatap. Ketika ’seekor kodok’ kehijauan membentuk, matanya makin tidak beranjak dari gerak tanganku. Ada takjub bermain di wajah polosnya ketika, akhirnya, ’kodok’ itu berjumpalitan ke lantai dan, secara ajaib, jatuh dalam posisi tegak, tidak terbalik.

Aku memungut ’kodok’ itu dan mengulurkan kepadanya. Dengan ragu-ragu ia menerimanya. Kebingungan tercermin di wajahnya. (lebih…)

Published in: on 26 September 2008 at 6:18 pm  Comments (1)  
Tags: , , , , , ,

Thank You Card, Anyone?

  

”Terima Kasih” adalah kata-kata yang sedemikian kecil untuk perhatian sedemikian besar yang kau haturkan. 

~ Tulisan pada sebuah kartu ucapan terima kasih ~

Bertahun-tahun lalu, untuk beberapa hari, aku bertugas di Medan dan menginap di sebuah hotel di ibukota Sumatera Utara itu. Ada salah seorang receptionist yang menarik perhatian. Setiap melihat aku kembali ke hotel, dia selalu sudah siap menyerahkan kunci kamar, tanpa perlu menanyakan atau menunggu aku menyebutkan nomor kamarku. Sudah dihafalkannya nomor kamarku J. Dan menerima sikapnya itu, aku merasa tersanjung dan teperhatikan. Tidak pernah aku mengalami hal demikian dengan receptionist lain; tidak di hotel ini, tidak di hotel-hotel lain.

Ketika akhirnya aku check out, di penghujung tugas, aku meninggalkan sepucuk kartu dalam amplop tertutup untuknya (dia tidak bertugas saat itu sehingga tidak bisa kusampaikan langsung). Dalam kartu mungil itu (lebih…)

Published in: on 31 Agustus 2008 at 10:22 am  Comments (1)  
Tags: , , ,

Sudah Boking?

 

Kata-kata punya arti dan nama-nama punya kuasa.

~ Anonim ~

Seperempat jam sudah aku berada di ruang tunggu bengkel itu. Dan selama rentang waktu itu, beberapa kali aku mendengar ’pengumuman’ yang menggelitik telinga: ”Bapak sudah boking?”, ”Kalau sudah boking, Ibu tunggu di sini, ya?”, ”Boking-nya kapan, Pak?”. Wuiiih . . . benar-benar gatal kuping jadinya. Untuk bengkel kelas atas dan bereputasi baik, membiarkan penerima tamunya melafalkan (tanpa rasa bersalah L) kata bahasa Inggris ’booking’ sebagai ’boking’ mestinya memalukan.

Belakangan aku menyelinap keluar (tentu saja setelah selesai mendaftarkan mobilku untuk di-service); agar terhindar dari gempuran ’boking’ yang mestinya akan bertubi-tubi. Dan juga untuk menghindari kemungkinan aku menarik menyisih si ’penerima tamu’ itu, men-cekok-inya dengan rasa malu dan kemudian mengoreksi kesalahannya.

Dan terus terang dalam keseharian ’boking’ bukan (lebih…)

Published in: on 23 Agustus 2008 at 12:06 pm  Comments (4)  
Tags: ,

Para Puteri Daud

 

Terlalu banyak orang menilai tinggi apa yang bukan mereka sesungguhnya dan menilai rendah apa yang mereka sesungguhnya.

~ Malcolm S. Forbes ~

Tim volley ‘cabang’ tempat Candra bercokol, yang tidak masuk hitungan dalam pekan olahraga perusahaannya, akan turun hari Minggu itu. Pertandingan pertama, dilangsungkan minggu sebelumnya, berhasil dilalui dengan cukup mudah; lawannya memang ‘nggak level’. Tapi pertandingan kedua, menurut perkiraan Candra, tidak akan berkelanjutan ke babak berikutnya bagi tim underdog-nya. Lawan yang akan dihadapi, di atas kertas, lebih baik dalam materi pemain.

Entah kenapa, ketika mendengar ungkapan Candra yang rada pesimis itu, aku seperti melihat bakal adanya ‘pertarungan (lebih…)

Published in: on 10 Agustus 2008 at 10:07 pm  Comments (2)  
Tags: ,

Catatan Kecil: Kung Fu Panda

Po, sang Ksatria Naga

Po, sang Ksatria Naga

Ada yang nyantel seusai menyaksikan perjalanan fun-tastic Kokoh Po menjadi Ksatria Naga dalam Kung Fu Panda. Ada yang menggelitik ketika mengamati 3 generasi Master Kung Fu di filem itu.

Ada Master Oogway, pengusung ilmu Kung Fu yang hening bening, yang akhirnya ‘dimatikan’. Ada Master Shifu yang (lebih…)

Published in: on 22 Juli 2008 at 5:18 pm  Comments (2)  
Tags: , , , , , , ,

Surprise in Waiting

 

 Cara memberi lebih berharga ketimbang hadiahnya. 

~ Pierre Corneille, Le Menteur ~

 Sebuah siang yang terkungkung kesibukan. Messenger-ku berdencing, memanggilku online. Seorang sobat sudah menyapa.

Sobat :   hai

Ming :    yup?

Sobat :   thanx buat cd-nya

Ming :    ???

Sobat :   itu lho . . . cd kompilasi

Ming :    ?!?

Sobat :   cd yang kamu selipkan dalam koleksi kakakku yang kamu kembalikan entah kapan

Ming : oh . . . itu. you’re most welcome

Sobat : ada lagu favoritku, aku suka. sedang aku dengarkan

Ming : oke, senang kamu bisa menikmati. enjoy it!

Tukar menukar pesan itu seperti pembicaraan biasa, tidak istimewa. Tapi buatku, ada yang lebih dari biasa; buat sang Sobat, menilai dari message-nya, juga ada yang istimewa. Buatku, sapaan sobatku membawa kejutan, tidak terantisipasi, coming out of blue. Sehingga, siang jadi sedikit lebih sejuk; kesibukan tidak begitu mengungkung lagi. Sementara, dari kata-katanya, aku tahu sobatku juga senang. Hadirnya lagu favorit pasti menghibur; hadirnya ungkapan perhatian pasti mengurangi kejenuhan. (lebih…)

Mencari Jejak Lama

 

 Seseorang menengok ke belakang dengan penghargaan kepada para guru yang cerdas, tapi dengan rasa terima kasih kepada para guru yang menyentuh rasa kemanusiaan kita.

~ Carl Jung ~

 

Di antara banyak guru yang pernah mampir dalam hidupku, Pak Suratin termasuk salah satu guru yang akan selalu berada di urutan atas ingatan. Dia hanya mengajarku dua tahun ajaran, kelas tiga dan empat SD. Tapi ada banyak kesan yang dia tinggalkan selama dua tahun itu.

Pengenalanku tentang beliau tidak cuma berkisar di kelas thok. Beberapa kali di kala libur dia mengajak aku dan seorang sobatku hadir di kost beliau untuk beraktivitas bersama: olahraga, membaca bareng, juga kadang-kadang membantu beliau memeriksa ulangan kelas (kegiatan terakhir ini rasanya membuatku, dulu, bangga karena buat sesaat aku berperan sebagai guru yang tahu jawaban yang benar).

Beliau juga orang pertama yang mendorongku untuk menulis (lebih…)

Published in: on 7 Juli 2008 at 4:54 pm  Comments (1)  
Tags: , , , , ,

Sepasang Pita Merah

 Makin sedikit Anda berbicara, makin banyak Anda didengarkan.

~ Abigail van Buren ~

 

Aku melangkah ke kamar putriku, akan mengucapkan selamat tidur. Pintu kamar menganga sedikit. Aku mengintip ke dalam. Di sana, di tepi pembaringan putriku tengah berlutut, khusuk dalam doa malamnya, ” . . . dan untukku sepasang pita merah dengan bunga-bunga putih di ujungnya, Aku ingin memakainya besok di ulang tahun sahabatku . . . ”

Aku tertegun dan mundur teratur dari pintu. Tercenung aku duduk di ruang keluarga. Memang, sejak kemarin, putriku (lebih…)

Published in: on 1 Juni 2008 at 12:19 am  Comments (5)  
Tags: , , , ,