Renungan Winter

 

Tanamlah sepucuk pohon hijau di hatimu dan, mungkin, seekor burung penyanyi akan datang ke situ.

~ Kata mutiara Cina ~

Catatan:

Aku pernah sempat terpikir, betapa menyenangkan mendapat kesempatan bekerja di mancanegara. Tapi baru-baru ini seorang sobat memberikan tulisan terlampir. Sebuah tulisan yang mengoreksi opiniku.

Tetapi lebih jauh tulisan itu memperlihatkan sisi lain menjalani kerja. Menjalani kerja yang lebih dari sekedar mencari ‘sesuap nasi’ (atau ‘segenggam intan’ 😀 ). Di mana pun, kapan pun.

Vielen dank, Chan!

Winter keempat di Jenewa . . . .

Melihat hamparan salju di luar, kadang aku masih suka terpikir, “Lho, sampai sekarang masih di sini to?  Kok bisa ya….”

Menengok ke belakang, terutama saat-saat jadi fresh newcomer, tidak terpikir aku akan tinggal selama bertahun-tahun di sini. Yang mengantarku ke sini . . . ya pekerjaan; Yang membuatku bertahan . . . ya juga pekerjaan; dan tentu saja imbalan serta kesempatan untuk menambah pengalaman di ajang internasional.

Lalu, selain materi, apa saja yang sudah kudapat selama ini ? Rasanya cukup banyak; terutama di segi kemanusiaan: maturing in profession dalam situasi kultural yang sangat berbeda dengan di tanah air.

Aku berharap hal itu membuatku menjadi Chandra dengan versi yang lebih baik. Perbaikan tentu saja masih harus terus-menerus dilakukan, terutama di segi komunikasi. Sesudah sepanjang hari melayani bertumpuk-tumpuk e-mail, aku kedodoran di komunikasi sosial. Tiba di rumah (eh . . . apartemen) aku sudah capek atau terlalu malas untuk ber-sms ria, atau nulis ini itu ke teman dan sahabat.

Di pekerjaan, karena tetap berkutat di bidang SDM (= Human Resource), aku mendapati bahwa di mana-mana masalah kemanusiaan itu sama, hanya setting-nya saja yang beda. Istilahnya, basic human needs itu universal: setiap orang butuh dihargai, butuh diperhatikan, didengarkan, dipedulikan, dan seterusnya. Tidak peduli warna kulit apa, dari ras mana, tingkat hidup bagaimana, kebutuhan ini sama.

Awalnya agak bingung, mencoba mengerti “orang ini maunya apa sih?”, sampai aku tiba di kesadaran berikut: Coba copot atribut-atribut itu dan lihat apa yang ada di situ? Manusia. Dan aku pakai resep andalanku lagi, “stop seeing them as just resource, see them as human”. That’s what human resource is all about. Kadang kita terlalu fokus ke resource-nya dan lupa pada human-nya.

Dari situ semuanya mulai bergulir lancar lagi.  Aku terjemahkan resep itu ke praktek nyata yang lebih service-oriented dan mau melayani dengan lebih tulus. Setiap pagi sebelum berangkat kerja aku ucapkan doa yang sama pada Tuhan, minta kehadiran Tuhan dalam tindakan, ucapan dan fikiranku, minta keberanian untuk menyuarakan kebenaran, minta agar aku bisa bersikap adil kepada siapa pun dan di mana pun aku berada pada hari ini. Kedengarannya ideal banget ya . . . tapi ya lumayan ampuh tuh.

Aku nggak bisa bilang semuanya itu gampang. Sebaliknya, kadang sulit sekali untuk konsekwen, untuk tetap melihat “manusia” di balik sosok sangar, ketus, politis dan banyak topeng lainnya.

Di hari-hari berat, aku gunakan weekend untuk istirahat total, purging – membersihkan hati dan otak dari keruwetan masalah orang lain. Bila cuaca bagus, aku nikmati apa yang disediakan alam. Dari jendela kantor saja sudah kelihatan gunung dan bukit; dan di bawahnya ladang gandum dan anggur.  Di winter time ini, aku tidak bosan-bosan melihat salju turun seperti kapas melayang-layang dan semua jadi hamparan putih di luar sana . . . . Semua bagus. Semua indah. Dan Tuhan yang Maha Kuasa masih memelihara aku.

Selamat Natal untuk semua. Semoga kelahiran Kristus membawa kelahiran kita kembali jadi manusia yang human dan humane . . . .

Iklan
Published in: on 10 Januari 2009 at 11:45 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://kilauembun.wordpress.com/2009/01/10/renungan-winter/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: