Kado Ulang Tahun

 

Siapa kita adalah hadiah Tuhan untuk kita. Menjadi apa kita nantinya adalah hadiah kita untuk Tuhan.

~ Eleanor Powell ~

Catatan:

Berikut ini adalah sebuah karya pena seorang sahabat yang kebetulan merayakan ulang tahunnya pada Musim Desember ini. 

Renungan ulang tahun itulah yang kemudian tertuang dalam kisah yang ‘tidak biasa’ ini. Ketidakbiasaan kadangkala bisa menjadi jalan untuk menyampaikan keluarbiasaan. Semoga.

Btw, thanks, Aiek!

 

Hari itu seorang utusan Tuhan yang berpakaian berkilau-kilau datang padaku. Dia berkata, ”Tuhan begitu mencintaimu. Dia mengutusku untuk menanyakan hadiah apa yang kau inginkan dari-Nya pada ulangtahunmu. Kau boleh minta apa saja.”

Aku begitu terkejut, senang luar biasa, sekaligus bingung memikirkan apa yang kuinginkan. Rasanya terlalu sederhana kalau yang kuminta materi. Akhirnya, setelah memikirkan beberapa saat, aku bilang, ”Aku menginginkan kebahagiaan, ketabahan, kesabaran, kesehatan jasmani rohani, iman dan kebijaksanaan.”

Dia mengangguk lalu pergi meninggalkan aku. Aku begitu terpana, mimpikah aku?

Hari-hari berlalu. Aku sudah hampir lupa kejadian itu karena kupikir itu mimpi saja. Bahkan ketika aku ulangtahun, tak ada tanda apa-apa yang mengisyaratkan datangnya hadiah Tuhan.

Barulah pada malamnya utusan itu datang dan membawa sebuah bingkisan kotak kecil. Sambil menerima bingkisan itu, aku mengucapkan terimakasih dan minta tolong padanya untuk menyampaikan terimakasihku kepada Tuhan atas hadiah itu.

Menatap bingkisan di tanganku, aku sempat berpikir betapa kecilnya bingkisan itu; mungkinkah itu berisi semua permintaanku?

Ketika kubuka ternyata isinya sebuah DVD yang berjudul Hadiah Ulang Tahun untuk Orang yang Sangat Kucintai; dan di bawah judul itu tertera namaku; kemudian ditutup, di baris paling bawah, dengan kata-kata ”dari Tuhan”.

Tak sabar kuhidupkan player dan kupasang cakram kompaknya. Ingin kulihat bagaimana permintaan-permintaan itu dapat terwujud (karena di benakku sempat terpikir kemungkinan isi CD itu adalah instruksi atau rumus rahasia mewujudkan permintaan-permintaanku).

Betapa terkejut aku ketika yang kulihat di layar kaca adalah diriku. Ya . . . aku sendiri dalam kilasan-kilasan peristiwa masa lalu yang pernah kualami.

Dalam sebuah kilasan aku melihat diriku mendatangi seseorang yang sedang berduka: rumahnya terbakar,  suami dan anaknya ikut menjadi korban. Aku memang tidak tahu harus berkata apa karena duka itu sangat pekat. Aku pulang dan menangis, bersyukur karena tidak mengalami duka itu.

Kemudian aku melihat lagi diriku yang sedang patah hati. Hancur hatiku, ingin rasanya pergi dari dunia ini. Namun aku memutuskan untuk pergi ke gereja setiap pagi jam 6; aku menangis minta Tuhan menghapus sakit hatiku. Ajaib! Dalam 7 hari sakitku hilang tanpa bekas; aku seperti tidak ingat lagi peristiwa menyakitkan itu.

Berikutnya aku terlihat bersama seorang pastor, temanku. Kami menunggu taksi untuk ke airport. Penerbangan kami tinggal 1 jam lagi padahal airport cukup jauh. Tapi tidak ada taksi yang mau berhenti.

Aku bilang ke temanku, ”Doa dong biar dikasih taksi.” 

Dia jawab, ”Tenang. Tuhan sudah kirim yang terbaik.”

Ya ampuun . .  mana? Koq gak ada, pikirku. Tidak sampai 5 menit kemudian berhentilah sebuah taksi yang bagus dan besar (sehingga cukup untuk 4 koper temanku) berikut sopir yang ramah banget. Malu aku….

Tayangan dilanjutkan dengan diriku sedang melakukan treadmill di rumah; sesudah olahraga itu aku merasa segar. Kemudian kulihat diriku beribadah dan ikut kelompok doa, membaca kitab suci dan mendengarkan sharing dan renungan yang sangat menguatkan iman; rasanya hati begitu penuh kesegaran.

Dan tayangan akhir tentang aku menengahi pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dalam keluarga maupun lingkungan. Pada awalnya, aku memang sering merasa bingung dihadapkan hal demikian. Aku selalu harus memohon kepada Tuhan agar Dia saja yang menjadi penengah melalui aku. Aku berdoa terus selama masalah dibicarakan dan akhirnya ketika aku dimintai pendapat, dengan menyebut nama-Nya dalam hati, aku bisa mengambil yang terbaik untuk semua.

_____________________________

Merenungi tayangan yang sudah berakhir, aku menyadari bahwa, ternyata, bingkisan itu adalah jawaban Tuhan atas permintaanku. Tayangan itu memperlihatkan kepadaku bahwa Dia telah memberi banyak hal yang harus aku hadapi agar bisa memperoleh apa saja yang kuinginkan: Masalah agar aku tabah, kesedihan agar aku bisa bersyukur atas rahmat dan kebahagiaan, sakit supaya aku ingin sehat, berdoa supaya imanku tumbuh dan membawa Dia dalam masalah apa pun agar yang keluar dariku ternyata sebuah kebijaksanaan.Yang pasti, Dia selalu ada bersamaku: kusebut nama-Nya dan percaya bahwa Dia pasti menyelesaikan semuanya.

Terimakasih Tuhan atas kado ulangtahun yang luar biasa.

Iklan
Published in: on 12 Desember 2008 at 11:02 pm  Comments (1)  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://kilauembun.wordpress.com/2008/12/12/kado-ulang-tahun/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Thank you, Aiek … dan SELAMAT ULANG TAHUN in advance ya, tinggal beberapa hari lagi. Semakin bertambahnya usia dan cerita kehidupanmu berarti semakin sayang Tuhan sama kamu!! Love to the family and Happy Christmas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: