Catatan Kecil: Pelayanan di Mobile Unit

 

Aku datang di kawasan Kebun Binatang Ragunan jam delapan lewat sepuluh menit. Baru sepuluh menit pendaftaran dibuka.

Aku segera mengisi formulir. Seorang petugas menerima formulirku berlampirkan salinan KTP dan SIM. Petugas itu melayani penuh celoteh riang, bahkan menawariku rokok (Ji Sam Su pula J). Aku dapat giliran nomor sepuluh. ’Kantor’ baru akan dibuka jam sembilan, kata si petugas ketika aku bertanya.

Tepat jam sembilan pendaftar nomor satu dan dua dipanggil. Mereka memasuki mobile unit. Tidak sampai lima menit si Nomor Satu sudah keluar dan berjalan pulang. Pendaftar nomor tiga dipanggil memasuki mobile unit. Semua berjalan lancar.

Pengalaman yang melegakan. Lima tahun lalu aku mengurus hal yang sama dalam suasana yang lebih sumpek dan menyesakkan hati. Sumpek karena kantor (bukan mobile unit) penuh orang dan kerja petugas begitu berlama-lama. Menyesakkan hati karena yang antri sering diserobot yang nyelonong, yang mbayar calo didahulukan. Dan sumpek dan sesak hati begitu harus kutanggung hampir sehari penuh.

Ah . . . akhirnya giliranku pun tiba, lancar. Aku memasuki mobile unit. Kurang dari semenit aku sudah lulus dari uji mata. Kurang dari dua menit kemudian aku sudah difoto, bayar tarif dan denda sukarela (hal ini memang sempat jadi tanda tanya di benakku: denda kok sukarela). Jadi, akhirnya, kurang dari lima menit aku sudah turun dari mobile unit dan memegang SIM yang baru, menggantikan SIM lama yang masa berlakunya lewat hampir sebulan.

Agaknya aku mesti membuang sikap skeptisku. Sudah saatnya menukar sudut pandang ’merendahkan’. Ternyata ’pegawai negeri’ pun bisa berubah. Dan selalu saja mereka bisa efisien . . . .

Sampai jumpa lima tahun lagi!

Iklan
Published in: on 11 November 2008 at 5:40 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://kilauembun.wordpress.com/2008/11/11/catatan-kecil-pelayanan-di-mobile-unit/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Perubahan menumbuhkan harapan,
    kalau hari ini kelabu, kita berharap besok cerah. Tul kan Ming? Denda sukarela juga lumayan daripada gak suka dan gak rela, istilahnya mari kita menghukum diri sendiri….

    Akur la soal denda.

    Cuma ada yang ngganjel sebenarnya. Selama proses itu tidak ada kwitansi kuterima, baik untuk perpanjangan SIM-nya maupun untuk dendanya. Rasanya orang-orang lain juga tidak. Biaya yang diminta cuma atas dasar ucapan belaka. Moga-moga 5 tahun lagi hal ini sudah diperbaiki.

    Tetap saja aku salut atas kemajuan begini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: