Catatan Kecil: Kung Fu Panda

Po, sang Ksatria Naga

Po, sang Ksatria Naga

Ada yang nyantel seusai menyaksikan perjalanan fun-tastic Kokoh Po menjadi Ksatria Naga dalam Kung Fu Panda. Ada yang menggelitik ketika mengamati 3 generasi Master Kung Fu di filem itu.

Ada Master Oogway, pengusung ilmu Kung Fu yang hening bening, yang akhirnya ‘dimatikan’. Ada Master Shifu yang berusaha menapaki jejak sang Master Oogway, tapi jadi kikuk terjebak antara keheningan Oogway dan kehingar-bingaran dunia yang mengelilinginya (termasuk kerepotan menangani Tai Lung). Yang terakhir si Po Panda, Ksatria Naga, yang atributnya sama sekali tidak berunsur keheningan dan ketenangan.

Adegan di penghujung filem lebih mempertegas tentang menguapnya keheningan ini. Di situ diperlihatkan Po yang berbaring di samping suhu-nya, Shifu, setelah memenangkan pertarungan akhir. Sang Suhu menyerap udara lega kemenangan dalam meditasi tenang. Po, sang Ksatria Naga menyerap udara lega kemenangan dalam ‘gemuruh’ ke-tidak-bisa-diam-an (sehingga malah akhirnya menggoda sang Suhu dengan “Wanna some noodles?”).

Apakah ini premonition bahwa hening bening memang sudah kuno dan harus lengser ke prabon memberi tempat bagi hingar bingar dan gairah melahap?

Iklan
Published in: on 22 Juli 2008 at 5:18 pm  Comments (2)  
Tags: , , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://kilauembun.wordpress.com/2008/07/22/catatan-buatan-po-sang-ksatria-naga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Pertanda bahwa kungfu masa depan akan tercipta ketika ksatria naga sedang dugem 😀

    😀 Lalu alirannya Kung Fu Du Gem, jurusnya Bo Gem Cheng Cho Rang, ya?

  2. Mungkin ingin menambahkan sisi lain dari film ini.

    Ternyata pemeran-pemeran utama di kungfu panda sebagian besar adalah satwa yang hampir punah lho.: Giant Panda, Red Panda, Snow leopard, south china tiger, golden langur, red crown crane, dan yups… badak jawa.
    Mungkin film ini juga membawa misi untuk mensosialisasikan satwa-satwa yang hampir punah

    bisa dilihat disini:
    http://albaz.wordpress.com/2008/08/06/mas-slamet-main-di-kung-pu-fanda/

    (maaf, numpang nyantumin blog teman. Thanks ya)

    Penafsiran memang bisa dikaitkan ke mana saja; dan bisa saja hal ini sah-sah saja.

    Btw, terima kasih mau mampir. Lebih terima kasih lagi kalau teman yang punya blog juga mampir sehingga blog-nya bisa di-akses sobat-sobat lain di sini tanpa harus ‘numpang nyantumin‘ 🙂 . Setuju?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: