Tulisan tentang Perampokan Ginjal

 

  Apa yang tidak kau lihat dengan matamu, janganlah kau bersaksi dengan mulutmu ~ Pepatah Yahudi

  

 

Sebuah e-mail di In-Box-ku beberapa waktu yang lalu berisi cerita yang kalau diringkas jadi sebagai berikut:

Seorang bernama Dave ‘terdampar’ di suatu kota setelah menyelesaikan urusan bisnisnya. Sambil menunggu waktu pulang, ia mampir ke sebuah bar. Di sanalah dia bertemu seorang gadis cantik yang kemudian menawarinya minum. Meneguk minuman itu adalah hal terakhir yang diingatnya.

Ketika sadar kembali, dia telah berada di sebuah bak mandi kamar hotel, terendam dalam air es. Di punggung bagian bawah ada sebuah tabung yang menyembul. Di samping bak mandi ada telepon genggam dengan sebuah kertas catatan kecil di atasnya yang meminta dia tidak bergerak dan segera menelepon 911. Setelah hubungan telepon terjadi, dia melaporkan keadaannya. Setelah menyimak ceritanya, petugas di ujung telepon seberang segera memberitahu bahwa dia telah menjadi korban kesekian, korban perampokan ginjal sebuah kelompok kriminal terorganisir.

Well . . . cerita itu sudah pernah kuterima beberapa tahun yang lalu. Aku tidak ingat lagi rincian ceritanya, tapi aku tidak lupa garis besarnya. Sebuah cerita yang ‘hebat’ dan menakutkan sehingga untuk beberapa saat aku amat berhati-hati kala bertugas keluar kota 🙂 .

Dan itu bukan satu-satunya tulisan heboh yang pernah kuterima. Sebelum ini aku pernah membaca juga beberapa yang lain. Misalnya, tentang Kelompok Kapak Merah yang sedang menginisiasi anggota barunya: mereka menaiki mobil di malam hari tanpa menyalakan lampu; bila ada mobil yang berpapasan dengan mereka dan mengisyarati dengan lampu besar, mereka akan mengejar mobil itu dan memerintahkan anggota baru itu menunjukkan ’keberanian’-nya. Atau sebuah e-mail lain yang menyatakan bahwa dari bulan, tembok Cina yang amat panjang itu adalah satu-satunya karya buatan manusia yang terlihat cukup jelas.

Dan aku akan menyebarkan tulisan-tulisan heboh demikian, kepada teman, kepada sahabat.  Hampir dapat dipastikan, sebagian, kalau tidak semua, teman atau sahabat meneruskannya, menyebar di dunia maya yang nyata dan di dunia dengar percakapan.

Nah, beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah buku* yang mengungkapkan bahwa tulisan-tulisan itu, setiap tulisan di atas, adalah kabar burung belaka, hanya sebuah isapan jempol. Selama belasan tahun terakhir, menurut buku itu, begitu banyak orang yang berperanserta menyebarkan tulisan ’palsu’ itu. Weleh . . . weleh . . . .

Lalu aku teringat tulisan-tulisan lain tentang restoran terkenal yang ’digerayangi’ kecoa, tentang usaha boga yang ’tertangkap tangan’ menggunakan minyak buruk mutu untuk es krim yang dijualnya, tentang hal-hal serupa. Belum lagi tulisan-tulisan yang menggunjingkan dan ’menuduh’ pesohor atau pejabat tertentu. Dan masih banyak tulisan sejenis yang kaya sensasi, kaya ’nilai berita’-nya, yang kaya “nilai debat kusir’-nya.

Dari sekian banyak tulisan demikian, aku tidak tahu berapa banyak yang berupa isapan jempol belaka; menurutku pasti cukup banyak. Dan aku dengan ’semangat 45’  menyebarkannya karena kadar sensasionalnya, karena kadar heboh-nya, karena kadar fun-nya, karena kadar . . . oops fitnahnya . . . .

Ya . . . e-mail-e-mail yang kuterima sebagai rutin harian, termasuk yang semacam Perampokan Ginjal, mestinya membuatku mawas diri dan menyadari betapa dekatnya aku kepada fitnah yang katanya lebih kejam dari pembunuhan.

 

* Made to Stick: Strategi Agar Gagasan Kita Melekat di Benak Orang Lain karya Chip & Dan Heath

 

Iklan
Published in: on 19 April 2008 at 5:27 am  Comments (4)  
Tags: , , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://kilauembun.wordpress.com/2008/04/19/tulisan-tentang-perampokan-ginjal/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Setuju Pak Ming……
    Bagaimanapun kebenaran cerita yang tertulis itu..mau 0% benar..25% benar atau 100% benar…paling tidak dengan adanya memori di otak kita..memberi kita kehati-hatian..bila menjumpai hal-hal yang mirip apa yang kita baca….
    Tidak peduli itu true story…cerita “katanya”..or fitnah belaka….
    Jangankan hanya sebuah tulisan…..sudah jelas-jelas kenyataanpun..kadang orang masih mengelakkan..
    Saya punya pengalaman waktu masih di Semarang….
    DI sebuah warung bakso yang cukup terkenal..kelaparan karena pulang praktek belum makan malam..semangkuk bakso yang panas membuat semangat makan membara…begitu kubuka tempat sambelnya..di situ nongkrong kecoa dengan pasrahnya.(mungkin mati kepedasan)…itupun dengan sejuta alasan sang pemilik masih mengelak atas keteledoran mereka…daripada rame..ya sudah…saya dan keluarga tidak akan pernah makan di situ lagi…
    Atau pernah ketika saya pulang kantor masih di temapt parkir RS..di sebelah mobil hijau saya,ada seseorang anak muda berdiri di sebelah avansa silver dengan goresan di body mobilnya..cukup dalam dan panjang….menuduh saya telah menabrak mobilnya dengan alasan mobil sayapun penyok di ujung depan…..setelah melalui perdebatan panjang & membuat sekuriti datang mendekat…saya katakan..saya dokter disini & bukan pengecut..saya pasti akan bertanggung jawab bila memang saya bersalah..& saya istri polisi yang pantang melanggar aturan..(kalo gak kepepet..)..begitu mendengar kata polisi..dia langsung ngacir…
    Coba kalo saya gak galak..coba kalo saya takut dan mengalah….berapa rupiah bisa keluar untuk sesuatu yang tidak benar..
    Semakin banyak dan berat beban serta tantangan hidup..semakin beragam cara manusia untuk mencari kemudahan…so..tx infonya..membuat kita lebih berhati-hati dalam menghadapi..SEMUANYA……

    Okey Pak Ming..
    Makan Kecapi…sambil menunggu..
    Semoga happy..di malam minggu..

    Mbak (Dokter), thanks untuk bagi-bagi pengalamannya. Ada orang bijak yang ngomong bahwa orang hidup mesti semurni merpati dan secerdik ular (ndak gampang kan 🙂 ).

    Thanks juga untuk pantunnya (that’s your specialty I guess 🙂 ).

  2. “Hidup manusia terbatas, tapi revolusi tak mengenal tepi, dan kesabaran melalui proses adalah kuncinya?”

    ????

  3. Dear Oom Ming,
    Cerita2 begitu ..benarkah di dunia maya dinamakan ” HOAX ” …. banyak cerita yang kadang “tidak perlu ” diyakini dengan dalam …dan jangan ikutan mem-fowward ke teman lain … karena teman yang dikirimi belum tentu mengerti.

    Yang lebih hebat ( baca : menjengkelkan ) adalah sms berantai yang yang diakhiri dengan SANGSI andaikan tidak meng-sms ke 10 teman …. akan mendapat kesialan .
    Terakhir yang kuterima mengenai Bunda Maria ….dan kujawab : Sms tsb pasti dari Tante Maria ….Bunda Maria tidak akan menebar sangsi .

    Capek Deh

    Ya, hoax memang nggak gampang ditengarai. Tapi dengan berhati-hati mem-forward bisa dihindari fitnah, ya kan?
    Tapi ada sisi lain dari hoax yang ‘baik’ (apa lagi
    nih): kita jadi ‘diubah’. Misalnya kisah perampokan ginjal di atas bisa membuat pembaca jadi berhati-hati kalau sedang keluar kota 😉 .
    Soal Tante Maria atau Bunda Maria (hei, sebuah pembahasaan yang
    cute), ya kalau mau diambil positifnya: kita jadi berdoa dan mengajak orang lain (10 teman) juga berdoa, kan?

  4. Tulisan yang dramatis seperti virus ganas, cepat menyebar ke mana2. Banyak orang suka hal-hal yang sensasional dan spektakuler, dan menjadi bahan pembicaraan yang asik menarik…

    Tepat, Mas. Tanpa menyadari kalau yang sensasional dan spektakuler itu sangat mungkin ‘melukai’ orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: